walau penampakan-penampakan itu
bukan untuk separuh manusia
bukan pulah untuk RAKYAT seutuhnnyah
ah, biarkan saja mereka saling menyerang
biarkan saja mereka saling menfitna
sesungguhnya bukan pulah untuk RAKYAT seutuhnya
adalah sesuatu yang aneh bilah keanehan itu diperdebatkan,
atas dasar kepentingan mereka-mereka juga
sudahlah, hai para pemimpin lalim
tak usalah kau tutup mukamu dengan topeng2 dalam karnafal RAKYAT berlangsung,
ada dengan kesengsaraan mereka dihadapan matamu.....
saat,
Akhir kunjungan abad 20 dan menjelang awal kunjungan abad 21 ini. Semua mulai nampak kelihatan ketika saya,kamu,kita dan RAKYAT seutuhnya mulai berani berkata-berfikir bebas tentang negri ini. Ah, janganlah meragukan nasionalisme yang melekat pada dada kami, yang mengalir bagai air,bergetar,gelisa, bergoyang-goyang bagai nyiur disepanjang pantai negri ini. Pancasila-sudah lama saya mengafalnya saat pendidikan moral pancasil oleh guruh waktu SD tempo doloeh selalu diingat,baru sekarang sadar adalah inilah praktik nilai yang telah kudengar lama-yang tertanam bagai tiang-tiang langit berdiri kokoh berupaya menonggak negriku ini. Terserah, mereka yang meragukan... Apakah syair-syair tanah air yang selalu didengungkan itu, yang bagus-bagus mengenai tingka laku penguasa adalah bentuk nasionalisme,BENAR. AH,pokoknya berbicara selalu yang bagus-bagus itu mereka yang nasionalismenya mumpunin, “juga salah. LALU, Bukankah kampanye menyalamatkan tanah,air dan udara negri ini adalah bentuk wujud dari cinta itu pulah. Jadi, berhentilah berbicara kemakmuran, kesejahteraan, nasionalisme, DLL. SEDANG sumber daya negri ini sedang diam-diam dirampok-diperas oleh mereka yang seraka. Bukan curiga-bukan pulah menuduh Cuma beranggap bahwa ada sebagian anak negri juga ikut menjarah-merampok-membantu
Terlalu mudah untuk mengakui, bahwa saya begitu bersama dengan teman-teman yang lain bersama yang lainnya pulah sesungguhnya air mata dan senandung perjuangan hanya untuk Indonesia Raya...bukan apa-apa sekedar berkata-bukan apa-apa pulah sekedar berikrar. Dari, letak kampung yang amat sangat jauh dari Jakarta-ibu kota negri ini, bisa bermimpi sedikit yang ada disana akan dibangun disini...di kampung kita ini-adalah 1 dari sekian kampung yang menguatkan republik ini.Amin...
Sebab, kampung yang sayang tinggal ini juga membantu negri ini menambah defisa negara dengan dibangunnya perusahaan maha mega ini. gas alam cair yang ditarik ini, adalah sah milik RAKYAT, harta rakyat nusantara yang kebetulan berada dan disemburkan di atas tanah adat bumi Sebyar.INDONESIA.
seperti hari itu
kau tusukkan ujung lida kedadaku
lalu kau iris kecilkecil...
saya melewati hari demi hari di musim panas bersama teman-teman di kampung-diatas luasnya kampung itu. Belakangan, setelah saya berbicang-bincang diiringi riuk rendah bunyi-bunyi rimba belantara. terdengar selalu kicauan burung cedrawasih, memberi musik alami yang menghibur-mengasihkan-memb
Belakangan setelah saya tertidur saya bermimpi tentang pisau,parang, busur,anak panah,tumbak,kampak,noken,
pisau yang tak bisa digunakan untuk memotong
busur yang tak bisa digunakan untuk memanah
anak panah yang meleset berlari tak terarah
tumbak yang tak bisa merobek hewan buruan
kampak yang tak bisa digunakan untuk memotong sagu,memotong kayu bakar atau...
noken yang tak dapat diisi apapun
kole-kole yang dapat digunakan karena tak bisa buat baru sebab kayu yang besar sudah sulit didaptkan dihutan belantara
panci dan wajan yang sudah lama bocor tak bisa digunakan untuk memasak masakan
bunyi tifa yang tak pernah digendangkan lagi sebab sudah diganti dengan alat musik lainnya.
Barang-barang yang ada sudah tak layak lagi dipergunakan,SEBAB...!
Dalam mimpi ini, sempat saya bercakap dan percakapan bersama seseorang yang suaranya terdengar lembut,bersahabat namun sedikit keras. Seingatku suara orang itu pernah saya dengar dan nuraniku yakin bahwa suara itu adalah Mayor Gegetu, itu masi saya ingat. Dan semoga anggapanku ini betul.
dengan rapihnya kau potong bagian kecil itu
menjadi paling kecil bahkan lebih kecil dari semua yang terkecil
sampai tak terlihat merahnya???
pun oleh kau
memang telah banyak yang tauh bahwa sah-nya mereka sudah memotong-motong apapun yang telah kami sepakati. Sudahlah, tak perlu lagi di jelaskan tentang segala konsep penipuan yang telah dan nantinya dilakukan. Kawan saya di tempat lain pernah menjelaskan, itu semua ada itu-itunya. Pernah dia kembali dari kota membawah naska yang sudah disepakati oleh...! yang dia miliki adalah kopiyan dari sebuah draf MOU; entah, kesepakatan apa dan bagaimana sehingga itu bisa disepakati oleh...! MOU itu tak ditunjukan kepada sembaran orang sebab takut ada hal yang tidak diinginkan terjadi ditempat ini.
MOU itu tinggal disepakati oleh siapa dan dimana dari dasar apa oleh orang yang tinggal entah darimana asalnya.
Tampaknya ada hal yang tertinggakal terletak ditanah ini tak dimasukan dalam MOU suci itu tampaknya tak utuh, sungguh menjengkelkan sebab beberapa tahun lagi baru bisa dirubah sesuai dengan aspirasi yang boleh jadi dari mana, oleh siapa, kapan, dimana dan untuk siapa...? tak pernah dijelaskan pada kami. Memang benar-benar menjengkelkan dan sekaligus menimbulkan amukan amarah yang tak bisa dihitung oleh angka-angka matimatika yang dipelajari oleh adik-adil kita yang bersekolah di Sekolah Dasar (SD). Lebih terasa absurd dari pada kejam, seperti kertas-kertas pembungkus pisang goreng selembar kertas yang dari mata kami adalah merobek-robek segala apapun yang melekat pada kami, sungguh ini bukan menuntut untuk diberih, mencari makan atau apupun menurut kalian untuk bisa digadai dengan segala yang bisa ditukar dengan beberapa koin dengan lubang otok yang dipenuhi dengan berbagai macam remeteme kehidupan dunia: penipuan,perampokan,penjar
Kelihatan seperti, binatang jalan tersembunyi dalam topeng karnaval, tapi dalam sekian menghilang dan akal bulus mereka sudah ditularkan pada mereka-meraka yang bisa dianggap sebagai pasukan jihat kampungan jika tak ada uang mereka membeok bagai burung hantu, jika ditegur bagai kucing kebasaan dan bila mendapat sesuatu bagai anjing-anjing melacurkan diri diatas kuburan sepi sambil pesta pora menikmati segala air alkohol memabukan, setelah itu tertidur bagai keong kepanasan komprome
sebelum lembar langit membalut malam
carik-cari angin nirwana
membelok bagai burung cedrawasih
dari caramu sepertinya kau mulai dusta padaku
ah, sudahlah
sebelum kau temukan jasadku diujung senja
dengan potongan potongan pipah yang menyerupai matamu
aku ingin melihatmu dengan caha terangmu bernari-nari malu-malu dihalaman kampungku
diiringi gendangan tifa, melodi gitar dan suara-suara ratapan anak bayi adalah syair nyanyian merdu, srimpi dan beduk terdengar ditelinga
serta gelak tawa yang kian mengendap dalam gelasku
sedang aku tergeletak dibalik mimbar
irisanirisan terkecil tubuhku
dan segelas air yang rasanya asin menyerupai air mata dalam geliak cahaya dilaut teluk
aku ingin mendengar suara kesombonganmu
tembang keserakaan roh-roh jahat, gula-gula kesobongan firaun, dan khorun
sayupsayup tangis bayi saat senja mulai tertidur
dan bunyibunyi aneh
seperti yang kau ceritakan padaku malam itu
Kini aku menjelma dalam pelita besar di pekarangan laut teluk
kadang menjadi api memanaskan kulit bumi juga kulit kau saat berjemur di pagi menjelang
dan burung cendrawasih yang bernyanyi saat senja tiba
”untuk kalian... tulisan ini lahir dari lubuk hari yang paling kejam”
“Bisa saja Para korpotokrasi berlenggang kangkung pergi” sedang RAKYAT membeok kesakitan sepanjang zaman...!!!
Oleh: syamsul inay
Penulis adalah Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintaha Abdi Negara Jakarta (tahun 2008)
Dan Pengurus Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (Priode 2007-2008)





0 komentar:
Posting Komentar